Tentang IT dan Komputer

Teknologi Informasi

Archive for the ‘Nirkabel’ Category

Reset Radio Senao

Posted by intrik on December 26, 2007

Wifi merk senao outdor dengan type NOC-3220, NOC-8610 ext, EOC3220 ext, NL 2611 CB5 atau yang sejenis yang tidak dilengkapi tombol reset pada hardwarenya, cukup merepotkan kalau terjadi hang atau ada masalah konfigurasi atau administrator wifi lupa akan ip untuk konfigurasi, satu-satunya jalan hanya menggunakan port RS-232 (COM 1), banyak pertanyaan yang diajukan pada penulis tentang bagaimana caranya untuk mengembalikan konfigurasi defaultnya, bagi anda yang mengalami hal demikian, tidak usah bingung, disini akan kami tunjukkan caranya bagi yang belum tahu.

    1. Cari kabel modem serial dengan connector RS-232 female pada dua sisinya

   2. Buka baut yang menutup port serial pada wifi anda dan colokkan connector yang anda miliki dan disatu sisi colokkan ke port com1 pc anda

   3. Gunakan menu Hyper terminal bagi anda pengguna windows 98, 2000, xp dengan cara klik Start –> Program —> Accessories –> Communications –>HyperTerminal

     4. Buat koneksi baru dan isi dengan nama terserah anda

    5. Pilih port COM sesuaikan dengan port com pc yang anda gunakan 

    6. Set baud rate pada 38400, data bits 8, parity none , stop bits 1 , flow control none

    7. setelah terbuka jendela ketik “OK” tekan enter

    8. tunggu beberapa saat sampai muncul tanda # pada jendela terminal

    9. setelah muncul # ketik flash reset tekan enter

    10. Setelah itu ketik reboot dan tekan enter.

    11. Kalau tidak ada kesalahan maka konfigurasi wifi senao anda kembali seperti saat anda baru beli dari toko.

Selamat mencoba sakses untuk anda, sakses indonesiaku.

Posted in Nirkabel | Leave a Comment »

Impian Pengguna Nirkabel 802.11b

Posted by intrik on June 19, 2007

Michael S Sunggiardi

SETELAH lama ditunggu, akhirnya perangkat nirkabel yang menjadi dambaan pasar Indonesia sudah tersedia, sehingga keterbatasan infrastruktur masih merupakan suatu hal yang masih harus dipecahkan memiliki alternatif baru.

PERANGKAT nirkabel yang awalnya bernama WaveLAN sudah ada di Indonesia sejak tahun 1999 dan sudah diutak-atik oleh banyak teknisi dan praktisi sebagai salah satu solusi untuk menyambung dua atau lebih titik ke jaringan Internet. Dalam perjalanannya, semua pemakai teknologi nirkabel berharap dapat mewujudkan sambungan yang murah dan andal dalam mengakses Internet, di mana saat ini masih terasa mahal dan tidak terjangkau karena banyaknya pihak yang ingin mengeruk keuntungan semaunya.

Perangkat nirkabel diharapkan dapat memenuhi impian dan keinginan para pemakainya. Dan, impian ini terus berlangsung sampai hari ini karena sebagian besar masih belum terpenuhi.

Harga murah dan terjangkau merupakan impian pertama para pemakai teknologi nirkabel. Walaupun definisi murah itu sangat relatif, mestinya kita dapat bandingkan dengan teknologi kabel dan Ethernet yang nilainya sudah sekitar Rp 100.000 untuk setiap satu kartu yang menempel di komputer, jadi nilai sampai lima kali lipat dari teknologi Ethernet masih bisa disebut murah.

Selain harga yang murah, isu kompatibilitas merupakan yang paling banyak ditanya karena jumlah pengguna WaveLAN, yang belakangan menjadi Orinoco dan sekarang dipasarkan dengan nama lain Agere, sudah sangat banyak sekali. Di Yogyakarta, misalnya, pengguna teknologi nirkabel ini sudah lebih dari lima puluh warung Internet (warnet). Belum lagi perusahaan-perusahaan swasta yang juga ikut meramaikan penggunaan teknologi canggih ini.

Selain dua faktor di atas, kemudahan pengaturan merupakan hal yang juga menjadi perhatian calon pengguna teknologi ini. Banyak perangkat yang harganya murah, tetapi cukup sulit diatur, terutama untuk teknisi-teknisi yang pengetahuannya terbatas.

Impian lain yang belum bisa dipenuh,i yaitu berkaitan dengan peraturan pemerintah yang masih tidak jelas sekitar penggunaan teknologi nirkabel. Seperti diketahui, draf peraturan yang sudah lama di meja para petinggi itu masih berkisar pengaturan tentang penggunaan frekuensi 2,4 GHz di Indonesia harus bayar dan hanya diberikan izinnya ke penyelenggara Internet (Internet Service Provider). Sementara di negara lain, frekuensi yang juga disebut ISM Band (Industrial, Scientific and Medical) tidak perlu mendaftar dan membayar.

Solusi murah yang mana?

Saat ini, pengguna teknologi nirkabel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu pengguna di dalam gedung (ruangan) dan pengguna di luar gedung. Pengguna nirkabel di dalam gedung masih amat terbatas karena investasinya masih lebih besar jika dibandingkan dengan penarikan kabel UTP dan pemasangan kartu Ethernet di komputer. Jika dijumlahkan, investasi teknologi kabel belum mencapai Rp 200.000, sementara kartu nirkabel PCMCIA harganya masih di atas Rp 1 juta.

Teknologi ini sangat cocok dimanfaatkan di luar gedung, untuk menyambung satu titik ke titik lainnya. Maraknya pemakaian Internet, teknologi ini merupakan salah satu terobosan untuk membangun warnet dengan kecepatan tinggi tanpa perlu tambahan biaya langganan ke PT Telkom.

Dengan berubahnya pola pemakaian, maka penggunaan teknologi nirkabel menjadi berubah pula. Kalau sebelumnya cukup dengan kartu PCMCIA yang dipasang di komputer, sekarang harus dengan berbagai tambahan, seperti kabel pig tail (kabel yang menghubungkan unit PCMCIA ke antena), kabel coaxial, pembuatan tower, kotak kedap air yang ditempatkan di luar dan antena berkapasitas besar (lebih dari 15dB).

Kalau mau berbicara sedikit teknis, sebetulnya teknologi nirkabel (standar dari IEEE 802.11b) yang sekarang banyak dipakai ini tidak dirancang untuk penggunaan di luar gedung. Karena, selain tidak dijamin keamanan datanya, teknologi ini hanya dirancang untuk pengguna yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Akan tetapi, karena keterbatasan dana, para pemilik warnet dan perusahaan-perusahaan tertentu memanfaatkannya sebagai sarana penyambung antargedung. Jadi, solusi nirkabel 802.11b ini sifatnya sementara karena memang tidak dirancang untuk penggunaan di luar gedung.

Memilih

Semua perusahaan teknologi informasi yang bergerak di bidang pembuatan perangkat jaringan komputer pasti membuat produk nirkabel 802.11b ini, mulai dari kartu PCMCIA sampai perangkat nirkabel yang dilengkapi dengan fungsi router untuk ADSL.

Seperti telah disebutkan di awal tulisan ini bahwa faktor harga dan kompatibilitas harus kita perhatikan sewaktu mulai merencanakan pembangunan sambungan dengan teknologi nirkabel. Saat ini, banyak sekali beredar perangkat nirkabel standar 802.11b yang dijual murah dengan tingkat kompatibilitas yang rendah karena produsen chip set teknologi ini cukup beragam dan saling tidak kompatibel.

Standar chip set Orinoco (Proxim) dan Agere (Lucent) merupakan pilihan pertama yang harus kita lakukan karena keduanya merupakan standar de facto untuk teknologi nirkabel 802.11b. Mengapa kita harus memilih kedua merek chip set ini? Karena pada saatnya nanti, pengembangan sistem dan kompatibilitas antarmerek yang dipakai akan sangat tergantung dari chip set-nya. Merek perangkat boleh apa saja, tetapi chip set yang digunakan sebaiknya mengacu pada dua merek ini.

Untuk melihat chip set yang dipakai, kita dapat memanfaatkan situs: http://www. coffer.com/mac_find/ dengan mengetik tiga angka pertama dari MAC address perangkat nirkabel (biasanya terlihat di bagian bawah perangkat).

Harga menurun

Harga kartu PCMCIA yang murah merupakan daya tarik penggunaan teknologi nirkabel untuk menyambung dua titik di dua gedung yang terpisah dalam jarak sampai 10 kilometer. Jika menggunakan sarana leased line yang disediakan oleh PT Telkom, biaya bulanannya bisa mencapai Rp 1,5 juta untuk besaran bandwith yang hanya 64Kbps.

Kartu PCMCIA dapat dibeli dengan harga 150 dollar AS (sekitar Rp 1,4 juta). Kemudian dengan sedikit kepandaian di Linux atau Windows kita dapat menjalankan sistemnya di sebuah komputer bekas, yang harganya sekitar Rp 1 juta, dan akan menjadi sebuah perangkat router. Peralatan lain yang harus dibeli seperti pig tail untuk menyambung PCMCIA ke antena (sekitar 50 dollar AS), kabel coaxial dan antena 15dB (sekitar 125 dollar AS), antipetir (75 dollar AS), dan biaya pembangunan menara sekitar Rp 3 juta.

Jumlah dalam rupiah secara keseluruhan sekitar Rp 8 juta. Cukup murah jika dibandingkan dengan membayar ke PT Telkom selama enam bulan langganan leased line. Bagi yang tidak mau pusing dengan sistemnya, bisa membeli perangkat nirkabel yang isinya sudah merupakan gabungan PCMCIA dan komputer yang dikemas dalam satu kotak plastik dengan keluaran RJ-45 Ethernet dan satu konektor ke antena luar.

Harga kotak nirkabel 802.11b yang sekitar 250 dollar AS setara dengan kartu PCMCIA ditambah komputer dan program yang ada di dalamnya. Jika kita ahli dalam sistem operasi Linux, maka komputer yang digunakan tidak memerlukan hard disk, cukup dengan disket dan disk drive saja, sehingga biayanya bisa lebih murah lagi. Tetapi, cara ini masih tergantung dengan sistem komputer yang setiap saat bisa hang karena kepanasan atau kena kejutan listrik.

Kotak nirkabel 802.11b harganya semakin lama juga semakin murah, seperti yang dipakai oleh penulis dalam mencoba akses dengan jarak 5 kilometer menggunakan Compex WP11A, yang menggabungkan kartu PCMCIA ke dalam kotak plastik yang ringan dan praktis. Kebanyakan kotak nirkabel 802.11b tidak dilengkapi dengan fungsi router sehingga jalannya berdasarkan sistem bridge yang sangat rentan terhadap gangguan.

Karena, kalau misalnya satu sistem hang, semua sistem bisa punya risiko hang juga. Dengan fungsi NAT (Network Address Translation) kita dapat membuat satu jaringan dengan nomor IP (Internet Protocol) yang sifatnya private dan tidak bisa diakses dari jaringan luar. Selain menyediakan fungsi router, WP11A Compex juga menyediakan fungsi Port dan IP Forwarding yang dipakai jika kita ingin membuat server di jaringan lokal bisa diakses dari jaringan Internet, baik mail server atau web server.

Hanya dianjurkan, kita tidak membuat server yang bisa diakses dari jaringan luar, jika kapasitas bandwidth yang dipakai terbatas karena nantinya antara pengakses dari dalam jaringan dan luar jaringan akan saling rebut.

Wireless Pseudo Virtual LAN adalah satu fasilitas tambahan untuk melindungi jaringan kita dari orang yang ingin membobol sistem tersebut. Seperti diketahui, standar 802.11b memiliki enkripsi 64 sampai 128 bit, tetapi karena menggunakan standar WEP (Wired Equivalent Privacy), tetap saja berisiko di obrak-abrik oleh orang iseng. Dengan tambahan Wireless Pseudo Virtual LAN, jaringan kita akan dilindungi dengan fungsi tambahan Virtual LAN yang tidak memungkinkan orang lain masuk ke jaringan komputer kita.

Dari semua impian dan kenyataan, kita harus berpikir berulang kali dalam melakukan investasi perangkat nirkabel, karena perkembangannya terlalu cepat. Selain banyak kelemahan yang ada di dalam sistemnya, seperti keharusan pemasangan yang LOS (Line Of Sight, bebas penghalang), sistemnya juga terlalu banyak, mulai dari 802.11b, 802.11a sampai 802.11g, dan lainnya, di mana semua produk nirkabel ini harganya terus menurun.

Michael S Sunggiardi Managing Director PT BoNet Utama Bogor

Posted in Nirkabel | Leave a Comment »

8 Tips Keamanan Jaringan Nirkabel di Rumah Anda

Posted by intrik on May 13, 2007

Saat ini banyak orang yang mulai memasang jaringan komputer nirkabel di rumah mereka (wireless home network) yang mana bisa segera digunakan oleh mereka untuk terhubung ke internet. Contohnya si Agung, karyawan salah satu perusahaan TI di Surabaya telah berlangganan akses internet ADSL melalui Telkom Speedy. Agung membeli modem ADSL yang dilengkapi pula dengan fasilitas wireless atau Wi-Fi. Dia membeli model itu karena dia memiliki dua buah komputer di rumahnya, sebuah laptop dan desktop PC. Semuanya telah dilengkapi dengan Wi-Fi card dan dia menginginkan semuanya terhubung ke internet melalui access point yang dia buat sendiri. Selain itu Agung juga memiliki sebuah PDA yang mana terkadang dia perlu akses ke internet dari PDA nya ketika dia di rumah. Tepatlah jika ia membangun access point di rumahnya sendiri.Tetapi masalah selalu saja muncul. Sudah amankah jaringan nirkabel atau access point yang dia buat? Jangan-jangan di sebelah rumah ada hacker yang mengintip data Anda atau juga malah ikut menikmati akses internet dengan gratis. Untuk itu melalui tulisan kali ini akan disajikan beberapa tips yang berhubungan dengan jaringan nirkabel di rumah Anda.

  1. Ganti Password Administrator default (bila perlu ganti pula usernamenya)
    Jantung dari jaringan Wi-Fi di rumah Anda adalah access point atau router. Untuk melakukan set up dari peralatan access point ini, maka vendor dari access point device akan memberikan suatu interface yang berbasis web, dimana untuk masuk ke dalam interface ini maka Anda harus mengisikan username dan password. Sementara itu, pada beberapa kasus, peralatan access point tersebut di set oleh vendor dengan suatu username dan password tertentu yang mudah ditebak oleh pengguna. Untuk itu Anda harus mengganti password default dari access point Anda. Bahkan bila perlu Anda juga ubah username yang ada.
  2. Aktifkan enkripsi
    Semua peralatan Wi-Fi pasti mendukung beberapa bentuk dari keamanan data. Intinya enkripsi akan mengacak data yang dikirim pada jaringan nirkabel sehingga tidak mudah dibaca oleh pihak lain. Peralatan Wi-Fi saat ini sudah menyediakan pilihan teknologi security yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Pastikan semua peralatan dalam jaringan nirkabel Anda juga menggunakan setting security yang sama seperti yang digunakan pada access point.
  3. Ganti SSID default
    Access point atau router menggunakan suatu nama jaringan yang disebut dengan SSID. Vendor biasanya memberi nama produk access point mereka dengan suatu default SSID. Sebagai contoh, SSID yang dirilis oleh Linksys biasanya adalah “linksys”. Kenyataannya memang apabila seseorang mengetahui sebuah SSID maka ia belum tentu bisa membobol jaringan tersebut, tetapi paling tidak ini adalah suatu awal baginya. Di mata seorang hacker, apabila melihat suatu SSID yang masih default, maka itu indikasi bahwa access point tersebut tidak dikonfigurasi dengan baik dan ada kemungkinan untuk dibobol. Ganti SSID default Anda segera setelah Anda menset-up access point.
  4. Aktifkan MAC Address filtering
    Setiap peralatan Wi-Fi pastilah memiliki suatu identifikasi yang unik yang dinamakan “physical address” atau MAC address. Access point atau router akan mencatat setiap MAC address dari peranti yang terhubung kepadanya. Anda bisa set bahwa hanya peranti dengan MAC address tertentu saja yang boleh mengakses ke dalam jaringan nirkabel Anda. Misalnya PDA Anda memiliki MAC address tertentu, kemudian Anda masukkan MAC address PDA Anda ke dalam filter MAC address pada access point Anda. Jadi yang bisa terhubung ke jaringan sementara ini hanyalah dari PDA Anda. Tapi Anda juga tetap hati-hati, karena hacker bisa saja membuat MAC address tipuan untuk mengakali filtering ini.
  5. Matikan broadcast dari SSID
    Dalam jaringan Wi-Fi, maka access point atau router biasanya akan membroadcast SSID secara reguler. Fitur ini memang sengaja didesain bagi hotspot area yang mana klien Wi-Fi pada area tersebut bisa saja datang dan pergi dengan cepat. Dalam kondisi di rumah Anda yang mana SSID nya pasti sudah Anda ketahui sendiri, maka fitur ini tidak perlu diaktifkan karena bisa mengundang tetangga sebelah untuk mengetahui SSID Anda atau juga mencegah orang lain menumpang jaringan internet Anda dengan gratis. Anda bisa nonaktifkan fasilitas broadcast SSID ini demi keamanan jaringan Anda.
  6. Berikan alamat IP statis kepada peranti Wi-Fi
    Saat ini cenderung orang memanfaatkan DHCP untuk memberikan alamat IP secara otomatis kepada klien yang ingin terhubung ke jaringan nirkabel. Ini memang cara yang cepat dan mudah bagi jaringan Anda, tetapi ingat bahwa ini juga cara mudah bagi hacker untuk mendapatkan alamat IP yang valid pada jaringan nirkabel Anda. Anda bisa mematikan fitur DHCP pada acces point dan set suatu rentang alamat IP yang sudah fix dan set pula peranti Wi-Fi Anda yang ingin terkoneksi ke access point dengan rentang alamat-alamat IP yang fix tadi.
  7. Pikirkan lokasi access point atau router yang aman
    Sinyal Wi-Fi secara normal bisa menjangkau sampai keluar rumah Anda. Sinyal yang bocor sampai keluar rumah sangat berisiko tinggi untuk timbulnya eksplotasi terhadap jaringan nirkabel Anda. Anda harus meletakkan peralatan access point Anda pada daerah sekitar ruang tengah dari rumah Anda. Jangan sekali-kali meletakkan access point atau router di dekat jendela, karena akan semakin meningkatkan jangkauan sinyal Wi-Fi Anda ke luar rumah.
  8. Matikan saja jaringan nirkabel jika sedang tidak digunakan
    Aturan keamanan yang paling ampuh adalah dengan mematikan peralatan jaringan atau access point ketika sedang tidak digunakan. Misalnya saja, jangan sekali-kali meninggalkan rumah dengan Wi-Fi yang menyala, walaupun itu untuk keperluan download data. Access point yang menyala tanpa ada yang memantau sangat berisiko tinggi terhadap eksploitasi.

Referensi

  • about.com – Bradley Mitchell – Top 8 Tips for Wireless Home Network Security

Demikian tulisan mengenai beberapa tips keamanan bagi jaringan nirkabel di rumah Anda. Semoga bermanfaat bagi Anda semua. Jika ada komentar atau saran bisa dikirimkan melalui ariesa.rahardjo@gmail.com. Untuk membaca tulisan menarik lainnya silakan menuju ke situs Sony AK Knowledge Center dengan alamat di www.sony-ak.com.

Terima kasih.

Posted in Nirkabel | Leave a Comment »