Tentang IT dan Komputer

Teknologi Informasi

Memperpanjang Usia Monitor

Posted by intrik on April 29, 2007

etiap komputer pasti ada monitornya bukan? Nah, untuk sebuah komputer pribadi, monitor merupakan perlengkapan yang penting. Tanpa monitor kita tidak dapat melihat tampilan dan gambar-gambar yang ada di komputer kita. Karenanya monitor harus kita jaga agar tidak cepat rusak. Bagaimana caranya ? Silahkan baca terus kelanjutan artikel ini.

Perawatan monitor yang oke menjamin monitor kita untuk hidup lebih lama. Tidak percaya? Simak saja cerita singkat berikut ini. Tujuh tahun yang lalu, Agung membeli seperangkat komputer berprosesor Pentium 100 lengkap dengan monitornya. Setelah pergantian abad, ia membeli CPU baru. Kali ini dengan prosesor canggih Pentium 4. Bagaimana dengan monitornya? Ia tetap menggunakan monitor yang lama. Meskipun perangkat monitor yang sudah berusia tujuh tahun tersebut sudah menguning dan lusuh, namun masih bisa menampilkan cahaya terang dari tabungnya.

Minggu-minggu pertama, Agung getol sekali duduk berlama-lama di depan komputer barunya. Sampai pada suatu hari, tiba-tiba layar monitornya redup.. dup! Hwarakadah! Monitor legendarisnya tiba-tiba mati total. Untuk sementara, aktivitas berkomputeria ditunda sampai si Agung membawa monitor tersebut ke tempat perbaikan komputer dan monitor. Setelah selesai diperbaiki, sang teknisi memberikan beberapa komponen-komponen elektronik yang meleleh kepada Agung. Sadarlah ia, bahwa monitornya sudah kepanasan.

Pengalaman adalah guru yang paling bijaksana. Belajar dari pengalaman Agung, kita bisa memperpanjang usia monitor dengan memakainya secara bijaksana. Usia monitor yang lebih dari tiga tahun merupakan usia yang cukup tua. Mungkin bagi orang-orang perkantoran, mereka sudah mulai membuat anggaran untuk mengganti peralatan komputernya. Namun bagi yang berkocek pas-pasan, kita perlu mensiasatinya dengan beberapa tips.

Tips-tips di bawah ini mungkin bisa Anda coba.

 

  1. Mencabut kabel power supply komputer atau monitor dari stop kontak
    Jangan lupa, apabila kita sudah selesai menggunakan komputer, segera matikan tombol on/off monitor dan cabut juga kabel yang menghubungkan komputer atau monitor dengan stop kontak. Dengan demikian, tidak ada lagi aliran listrik yang akan masuk ke komputer kita.

     

  2. Mematikan monitor ketika komputer sedang idle
    Kadang kala, kita sedang men-defragmentasi file-file di hardisk. Dari pada menunggu proses defragmentasi itu selesai, lebih baik kita jalan-jalan sebentar sekitar 30 menit dan matikan pula monitor Anda.

     

  3. Monitor yang berada di ruangan ber-AC
    Bagi kita yang menggunakan komputer di dalam ruangan yang ber-AC, sungguh beruntung, karena AC dapat mendinginkan komponen-komponen elektronik di komputer maupun monitor. Tetapi, perlu dilihat, apakah posisi monitor Anda tepat berada di bawah AC? Bila ya, jangan sampai ada tetesan air AC yang menetes ke monitor. Awas, bisa terjadi hubungan arus pendek jika terkena air.

     

  4. Monitor yang berada di ruangan TIDAK ber-AC
    Pastikan bahwa ruangan tersebut mempunyai aliran udara, seperti jendela atau lubang angin yang mencukupi. Boleh juga menambahkan kipas kecil di atas monitor supaya udara panas segera keluar dari perangkat monitor kit.

     

  5. Bersihkan monitor seminggu sekali
    Cukup dengan kemoceng, kita kipas-kipaskan untuk membersihkan debu-debu yang menempel. Apabila punya waktu luang, bersihkan dengan kain dan pembersih khusus perangkat komputer.

Dijamin monitor kita akan berusia lebih panjang! Semoga panjang umur: monitorku!

Sumber: Harian Umum Kompas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: