Tentang IT dan Komputer

Teknologi Informasi

SENI DAN FILSAFAT HACKING V. 01

Posted by intrik on April 29, 2007

Hacking pada dasarnya adalah semangat. Dalam agama saya menyebutnya ruh, “ruh pengetahuan”. Hacking akan mengajarkan kita bagaimana dunia ini bekerja dan bagaimana kita menyikapinya. Bahkan terkadang kita harus mengalahkannya. Dan esensi dari hacking adalah mengatasi semua keterbatasan.

 

Hacking berkembang dalam lingkungan psikologi dan intelektual tertentu, bukan berarti untuk menjadi hacker haruslah jenius, tapi dengan mempelajari hacking kita akan belajar untuk menjadi jenius. Dalam hal ini jenius berarti kemampuan untuk melihat hakikat. Orang jenius bukanlah orang selalu mendapat rangking/juara bukan pula orang yang dapat menjawab semua pertanyaan guru. Pada dasarnya pertanyaan guru atau latihan disekolah adalah sesuatu yang bias dihafal, bisa dipelajari dengan buku (tekstual), tapi dengan begitu kita berhenti untuk berfikir. Dalam geometri euclid kita mengenal jarak terdekat dari dua titik adalah garis lurus, dan jumlah sudut dalam segitiga adalah 180 derjad. Tapi apakah kita berada dalam ruang yang datar ?, apakah ruang hanya seiris semesta ?.

 

Euclid gagal menjelaskan itu semua. Jarak antara GreenWich dengan Los Angels seharusnya lebih jauh dari apa yang telah diprediksikan. Karena kita melalui ruang yang melengkung. Dan pada ruang lengkung jumlah sudut-sudut segitiga LEBIH dari 180 derjad. Berfikir dan melihat dengan cara berbeda itulah yang dikatakan jenius. Kembali

kepada lingkungan hacking. Lingkungan hacker didominasi oleh orang-orang yang mencoba melihat dengan cara yang unik dan dengan begitu mereka mencoba untuk mengatasi keterbatasan.

 

Saya coba berikan contoh.

Dunia teknologi sekarang ini memungkinkan kita untuk membuat sebuah ‘rumah maya’ yang bisa kita kenal dengan istilah ‘HOMEPAGE’. Banyak pengguna internet memanfatkan penyedia homepage gratis. Selain gampang dan sederhana, kita tidak harus mengeluarkan biaya. Sebagai timbal-balik, penyedia homepageb gratis akan menempatkan iklan atau ‘Ads’ pada halaman html kita. Secara moral adalah hal yang wajar, namun bagi sebagian hacker berfikir “bagaimana cara mengatasinya ?”

 

Sebuah layanan homepage gratis menambahkan beberapa baris setelah tag <BODY>, dan dalam beberapa pengujian, hacker menemukan bahwa baris inilah yang menampilkan banner. Menggunakan browsernya sang hacker tadi membaca kembali kode html yang didapat setelah mengakses homepage nya.

 

 

 

 

 

 

 

<html>

<head>

<title>HOMEPAGE ORANG BEKEN</title>

</head>

<body>

<center>

<img src=”http://serveriklan.bikinbete.com/img/iklan.jpg”>

</center>

</html>

 

Hacker melihat bahwa tag <img> berada didalam tag <center>, sang hacker tersenyum, lalu membuat sebuah cascading style sheet (CSS) yang berisi:

 

Center { display: none }

 

Lalu sang hacker mengganti semua tag <center> dalam dokumen html-nya dengan <div align=”center”>. Setelah dokumen html di upload dan di reload kembali, iklan hilang tanpa bekas … Tentu hal ini sangat membosankan, sang hacker tahu itu. Lalu dalam pencariannya, sang hacker menemukan bahwa iklan ’selalu’ ditempatan di bawah tag <body>. Bagaimana cara mengatasinya ?

 

Iklan selalu ditempatkan setelah tag <body>. Bagaimana kalau kita buat tag <body> tipuan yang berada di dalam tag comment (<!– –>) !

 

<html>

<head>

<title>HOMEPAGE ORANG BEKEN</title>

<!–

</head>

<body>

–>

<body>

 

</html>

 

Kode iklan kembali ditempatkan di bawah tag <body>, dan tentu saja dibawah tag comment ! Hasilnya, kode iklan dianggap komentar dan iklan tidak ditampilkan di browser. Begitulah hacker berfikir. Dan keindahan pengetahuan diatas segala-galanya !

 

“Terpujilah Tuhan yang telah memberi kita akal; yang dengannya kita dapat memperoleh sebanyak-banyaknya manfaat dan inilah karunia-NYA yang terbaik !”

 

[Al-Razi, al-Thibb al-Ruhani]

 

Dalam dunia psikologi, – tidak semuanya – sebagian hacker memiliki beberapa masalah psikologi. Bukanlah hal yang mudah untuk hidup secara ‘geek’. Hacker memiliki cara pandang dan pola hidup yang sedikit menyimpang dari kebanyakan. Hal ini meyebabkan hacker berbeda dan ‘glow in the dark’. Budaya kebanyakan atau ‘mainstream’ bukanlah sebuah budaya obyektif dan dapat diterima oleh hacker. Mainstream telah tertidur dan melupakan berbagai masalah yang seharusnya dipecahkan, setidak-tidaknya sebagai kebutuhan berfikir. Mainstream dengan sifat ‘kebanyakannya’ telah menciptakan nilai-nilai subyektif yang tidak obyektif kebenarannya, bahkan malah masyarakatlah yang menciptakan ’standar kebenaran’. Sedangkan hacker begitu menghargai liberalisme dan kebebasan berfikir dan menghargai mengapa seseorang melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Hacker menyadari bahwa hidup tidak selalu ideal dan prinsip ‘ceteris peribus’ tidak dapat diterapkan begitu saja.

 

Hacker-hacker remaja atau ‘proto-hacker’ merupakan korban dari mainstream. Dalam dunia hacker-hacker remaja, mereka berfikir jauh melompati masyarakat disekeliling-nya. Dalam segi teknik-pun mereka ebih kreatif dan mampu mengembangkan kemampuan berfikirnya. Sebut saja ‘phiber optik’, ‘bloodaxe’, ‘CB’, merupakan remaja-remaja unggul dan sekumpulan jenius yang terbuang. Dalam dunia hacking, hacker berkomunikasi secara digital. IRC, Messengger, Mailing-List dan Short Message System merupakan sarana komunikasi yang paling sering dipergunakan. Dan dalam komunitas mereka seperti saudara. Hacker akan merasakan kebahagiaan berada

dilingkungan dimana ia DIHARGAI dan mendapat tempat.

 

Komunitas bermula dari sekelompok anak muda – dan beberapa didirikan oleh 31337 -. Dalam komunitas terdapat semangat saling membangun dan bertukar informasi. Tidak jarang diantara komunitas mereka membahas masalah pribadi, kedekatan secara emosional membentuk sebuah rasa persaudaraan yang kuat. Tidaklah mengherankan begitu banyak pendukung yang berasal dari kalangan hacker berdemonstrasi menuntut

kebebasan ‘Kevin Mitnick’. Berbagai situs hacking, sebut saja 2600.com menempatkan logo “FREE KEVIN” dalam situsnya dan aktivis hacking dengan bangga mengenakan t-shirt “FREE K”. Masing-masing komunitas hacker memiliki keunikan tersendiri, mereka berusaha untuk memberikan yang terbaik. Persaingan sehat terjadi

disini, walaupun tidak jarang terjadi perang cyber (cyber war). Namun hal ini terjadi dalam lingkungan cracker, kita sebut saja cyber vandals. Mereka saling mengirimkan worm, menginfeksi server-server dan secara terorganisir melakukan serangan Denial of Service dengan berbagai tujuan.

 

Lalu mengapa mereka melakukan hacking ? Ini semua pada dasarnya adalah sebuah rasa ingin tahu, dan keyakinan bahwa kebenaran ada diluar sana ! Tapi sayangnya journalis, wartawan, seperti halnya para ‘muggle’ dalam Harry Potter, mereka tidak tahu apa-apa dan menganggap semua aktifitas hacker adalah ilegal dan digunakan untuk mencari keuntungan materi. Mereka tidak menyadari semangat, jiwa dan ruh

hacking. Semua penuh keingintahuan, dan hacker memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Dan sistem dan teknologi untuk ditaklukkan, bukannya system yang menaklukkan dan mengendalikan kita !

 

You are now entering a secure network for authorized access only.

 

Please disconnect immediately if you are not an authorized user If you are an unauthorized user, please report this entry

Immediately to :

NETWORK OPERATION CENTER (NOC),

JARING, MIMOS,

57000 KUALA LUMPUR,

57000 KUALA LUMPUR,

Phone : 03-89965000

Fax : 03-89961898

noc@jaring.my

 

Failure to report an unauthorized entry may be liable for prosecution Under malaysia laws.

 

User Access Verification

 

Username:

 

Ada sesuatu dibalik sana. Dan dalam kode etik hacker, semua informasi haruslah bebas. Sejujurnya saya kurang setuju terhadap statement diatas. Saya tetap tidak akan senang jika ada seseorang memasuki wilayah prifasi saya. Kebebasan disini adalah informasi umum. Setiap orang berhak tahu ! Dan setiap penguasa tidak punya hak untuk menutup-nutupinya. Lalu apakah hacking, hacker dan panggung perhackingan (hacking scene) akan terus berlanjut ? YA ! Tidak ada alasan untuk menghentikan ‘pencarian’ ini. Terlepas dari baik atau buruk, rasa ingin tahu yang positif – tidak boleh dikekang. Semuanya akan berjalan sesuai dengan evolusi. Dan pengetahuan akan mengubah umat manusia ! Anda bisa menghentikanku, namun tidak akan bias menghentikan kami semua !!!

 

 

Penulis : MOBY

 

Sumber : www.echo.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: